Usai menjalankan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan, seluruh umat islam di tanah air tercinta merayakan hari kemenangan pada 1 Syawal 1439 H yang jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018. Seiring dengan tradisi di tanah nusantara, dengan menyelenggarakan acara silaturahmi yang dikemas dalam acara halal bihalal sebagai momentum saling bertemu dengan keluarga dan saling memaafkan satu dengan lainnya. Tidak terkecuali dengan keluarga besar Biro Teknologi Informasi (BTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga menggelar acara serupa pada Sabtu (23/6/2018) kemarin.

Bertempat di Hotel Sahid Jaya Solo acara tersebut dihadiri oleh staf BTI beserata keluarga dan Ir. Sarjito, M.T, Ph.D selaku Wakil Rektor bidang Keuangan & Sistem Informasi beserta keluarga. Acara diagendakan dengan diawali makan siang bersama kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala BTI dan Wakil Rektor UMS dan ditutup dengan jabat tangan keluarga besar BTI. Meskipun sempat mundur dari jadwal, acara tetap terlakasana dengan baik.

Dalam sambutannya, Husni Thamrin, P.hD selaku kepala BTI menyampaikan beberapa hal terkait terlaksananya acara halal bihalal yang pertama kalinya terlaksana tersebut. Dilatar belakangi digesernya acara buka bersama yang rutin diadakan dan dialihkannya pada acara halal bihalal dengan tujuan tidak mengganggu kekhusyukan dalam ibadah ramadhan. Selanjutnya disinggung juga terkait kinerja BTI beberapa pekan terakhir dan persiapan yang akan datang.

“Kita harus senantiasa meningkatkan kualitas kerja BTI, kerja optimal sudah kita buktikan dengan tetap bertugasnya kita dalam menghadapi trouble sistem yang terjadi kemarin meskipun dalam suasana liburan. Ini harus dipertahankan. Selanjutnya laporan keuangan juga jadi PR jangka pendek yang pada akhir bulan ini harus kita tuntaskan.” ujarnya.

Usai sambutan Kepala BTI, Ir. Sarjito, M.T, Ph.D selaku Wakil Rektor bidang Keuangan & Sistem Informasi memberikan tausiyah singkat sebagai sarana dalam saling mengingatkan. Ia menyampaikan ahwa selepas ramadhan hendaknya kita meningkatkan kualiatas ibadah, disamping itu kita juga harus terus berdoa agar amalan selama ramadhan dapat diterima oleh Allah swt. Yang terakhir disampaikan adanya amalan yang murah namun balasan yang akan didapat tidak ternilai harganya, yakni perbuatan memberikan maaf.

“Ada suatu amalan yang murah harganya, tidak perlu kita membeli namun kita bisa mendapatkan banyak reward, apa itu? Yaitu saling memaafkan.” tandasnya.